Sunday, October 25, 2009

Pedoman Teknis Budidaya Jagung

I. PENDAHULUAN
Di Indonesia jagung merupakan komoditi tanaman pangan penting, namun tingkat produksi belum optimal. PT. Natural Nusantara berupaya meningkatkan produksi tanaman jagung secara kuantitas, kualitas dan ramah lingkungan /berkelanjutan ( Aspek K-3).

II. SYARAT PERTUMBUHAN
Curah hujan ideal sekitar 85-200 mm/bulan dan harus merata. Pada fase pembungaan dan pengisian biji perlu mendapatkan cukup air. Sebaiknya ditanam awal musim hujan atau menjelang musim kemarau. Membutuhkan sinar matahari, tanaman yang ternaungi, pertumbuhannya akan terhambat dan memberikan hasil biji yang tidak optimal. Suhu optimum antara 230 C - 300 C. Jagung tidak memerlukan persyaratan tanah khusus, namun tanah yang gembur, subur dan kaya humus akan berproduksi optimal. pH tanah antara 5,6-7,5. Aerasi dan ketersediaan air baik, kemiringan tanah kurang dari 8 %. Daerah dengan tingkat kemiringan lebih dari 8 %, sebaiknya dilakukan pembentukan teras dahulu. Ketinggian antara 1000-1800 m dpl dengan ketinggian optimum antara 50-600 m dpl

More

Budidaya jagung alternatif usaha dalam krisis global ini

Harga Komoditas ini semakin menjanjikan. Berikut ini cara-cara
budidaya jagung.
PENYIAPAN LAHAN
• Tanah dibajak 15-20 cm, gemburkan dan ratakan, atau tanpa olah tanah bagi tanah gembur/ringan.


• Bersih dari sisa-sia tanaman dan tumbuhan pengganggu.
PENANAMAN
• Buat lubang tanam dengan tugal sedalam 5 cm.
• Jarak tanam 75 cm x 40 cm (2 tanaman /rumpun), atau 75 cm x 20 cm (1tanaman /rumpun)
• Masukkan benih dalam lubang tanam dan tutup dengan tanah atau pupuk kandang.
PEMUPUKAN
• Takaran pupuk: untuk yang telah dikaji di Lampung 350 kg urea/ha + 150 kg SP 36/ha + 100 kg KCL/ha.
• Pupuk diberikan 2 kali, pertama 7-10 hst (200 kg urea/ha + 150 kg SP 36/ha +100 kg KCL/ha) kedua:30-35 hst(250 kg urea/ha).
• Pupuk diberikan dalam lubang/ larikan + 10 cm
• Disamping tanaman ditutup dengan tanah .
PENYIANGAN
• Penyiangan pertama pada umur 15 hst.
• Penyiangan kedua pada umur 28-30 hst, dilakukan sebelum pemupukan kedua.
PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
• Pengendalian penyakit bulai dapat dilakukan dengan: Benih jagung 1 kg dicampur 2 gr Ridomil atau Saromil yang dilarutkan dalam 7,5 – 10 ml air. Sedangkan untuk pengendalian hama penggerek diberi insektisida Furadan 3 G melalui pucuk tanaman (? 3-4 butir/
tanaman)
PEMBERIAN AIR
(khususnya musim kemarau)
• Pada saat sebelum tanam 15 hari setelah tanam 30 hst , 45 hst, dan 75 hst (6 kali pemberian).
• Sumber air dapat dari irigasi permukaan atau tanah dangkal (sumur) pompa
PANEN
Jagung siap dipanen jika klobot sudah mengering dan berwarna coklat muda, biji mengkilap, dan bila ditekan dengan kuku tidak membekas.

More

Budidaya Jagung Organik

Pengembangan pertanian ke masa depan kini tengah diarahkan pada teknologi pertanian organic. Hal ini sejalan dengan permintaan pasar terhadap keberadaan Jagung Organik yang cukup tinggi. PT. Tri Harmoni Abadi sebagai salah satu Perusahaan Agrobisnis terkemuka, tengah melirik sektor ini dengan mengetengahkan Teknologi Budidaya Jagung Organik dengan pengaplikasian yang efisien, murah dan efektif.

Pertumbuhan produksi jagung di Indonesia pada tahun 1980-an cukup tinggi, yaitu 6,9% per tahun, tercatat produksi jagung 3,999 juta ton meningkat menjadi 6,774 juta ton pada tahun 1990. World bank memproyeksikan kenaikan total permintaan jagung tahun 1995 – 2010 naik rata-rata 3,2% per tahun. Tahun 2001 luas pertanaman jagung di Indonesia sekitar 3 juta ha dengan hasil rata-rata 2,1 ton/tahun dengan total produksi nasional 6,3 juta ton/tahun.Berbagai penelitian menunjukkan produksi jagung memiliki keunggulan komparatif baik sebagai subtitusi impor untuk promosi ekspor. Sehingga peluang budidaya pada tanaman jagung ini masih memberi peluang besar untuk dikembangkan dan ditingkatkan volume serta produktifitasnya.

More

Monday, May 11, 2009

Ratu Opera Tilhang dan Serindo

Zulkaidah br Harahap), mantan maskot (ratu) opera Batak pimpinan Tilhang Gultom (1960-1973) dan Opera Serindo (1973-1985), menggambarkan perjalanan kehidupannya sebagai seniman tradisi Batak dengan ucapan: Ngeri-ngeri sedap! Bermakna bahwa menjadi seniman tradisi seperti yang ia geluti selama ini ternyata penuh dinamika.

Suka dan duka kerap berjalan beriring. Jarak yang memisahkan keduanya pun terkadang begitu tipis meski di lain waktu bisa begitu jauh merentang; ibarat bumi dan langit.

Thursday, December 18, 2008

About Berastagi

Berastagi (meaning "rice store") is a town situated on crossroads on the main route linking the Karo highlands of Northern Sumatra to the coastal city of Medan. The village rose to significance when Dutch settlers in Sumatra opened a boarding school there in the 1920s.

The main economic activities in Berastagi, centre on the colourful fruit and vegetable market and on tourism. Berastagi is famous for its passion fruit. The main attractions of the town are the two active volcanoes; Gunung Sibayak, with its hot springs, and Gunung Sinabung.