Header Ads

Yaman: Bandara Riyan Kembali Terhubung Dunia


Bandara Riyan Internasional di Mukalla kembali mencatatkan sejarah penting dengan dibukanya penerbangan internasional pertama setelah periode penghentian operasi akibat situasi keamanan yang melanda Provinsi Hadramaut.

Peresmian penerbangan tersebut dilakukan langsung oleh Anggota Dewan Kepemimpinan Presiden sekaligus Gubernur Hadramaut, Salim Ahmed Al-Khanbashi, pada Sabtu, 18 Januari 2026.

Pembukaan kembali jalur internasional ini dipandang sebagai langkah strategis dalam menormalkan kembali kondisi umum serta mengaktifkan urat nadi transportasi vital bagi Hadramaut dan provinsi-provinsi sekitarnya.

Dalam keterangannya kepada media, Al-Khanbashi menegaskan bahwa kembalinya penerbangan internasional akan berdampak langsung pada pengurangan beban dan penderitaan masyarakat, khususnya dalam hal mobilitas dan akses ke luar negeri.

Ia menyebut bahwa selama masa penutupan bandara, warga Hadramaut harus menempuh jalur darat yang panjang dan penuh risiko untuk mencapai bandara lain, baik di dalam maupun luar provinsi.

Menurut Al-Khanbashi, keberhasilan pembukaan kembali bandara ini tidak terlepas dari kesiapan keamanan yang semakin membaik serta koordinasi intensif antarinstansi terkait.

Ia secara khusus mengapresiasi peran pasukan keamanan bandara yang dinilainya telah menunjukkan kewaspadaan tinggi dalam menjaga terminal dan peralatan vital bandara.

Upaya pengamanan tersebut memungkinkan seluruh persiapan teknis dan administratif diselesaikan sesuai standar yang ditetapkan, sehingga bandara dapat kembali beroperasi secara resmi.

Al-Khanbashi juga menyampaikan penghargaan kepada Otoritas Penerbangan Sipil dan Meteorologi Yaman atas langkah cepat dalam mempercepat proses reaktivasi Bandara Riyan.

Ia menilai komitmen lembaga tersebut mencerminkan keseriusan negara dalam menjaga fasilitas publik strategis meskipun di tengah kondisi politik dan keamanan yang menantang.

Tidak hanya itu, peran Komando Bandara Riyan juga dinilai krusial dalam memastikan kesiapan operasional, mulai dari landasan pacu hingga layanan pendukung penerbangan.

Dalam kesempatan yang sama, Al-Khanbashi menyoroti kontribusi Pasukan Dir‘ al-Wathan yang langsung mengamankan area bandara setibanya mereka, sehingga memberikan rasa aman bagi pekerja dan penumpang.

Kehadiran pasukan tersebut disebut memperkuat stabilitas kerja dan mencegah potensi gangguan keamanan di salah satu fasilitas paling vital di Hadramaut.

Sementara itu, Kepala Otoritas Penerbangan Sipil dan Meteorologi, Kapten Saleh bin Nahid, menegaskan pentingnya Bandara Riyan sebagai salah satu bandara utama di Yaman.

Menurutnya, bandara ini memiliki dimensi kemanusiaan, pelayanan publik, dan ekonomi yang besar karena melayani wilayah dengan jumlah penduduk yang luas.

Lokasi strategis Bandara Riyan menjadikannya pintu gerbang utama Hadramaut ke dunia luar, baik untuk perjalanan warga, kegiatan bisnis, maupun bantuan kemanusiaan.

Bin Nahid memastikan bahwa otoritas yang dipimpinnya akan terus mengembangkan bandara melalui peningkatan infrastruktur serta pelatihan dan sertifikasi sumber daya manusia.

Pengembangan tersebut ditujukan untuk meningkatkan profesionalisme, keselamatan penerbangan, dan kesesuaian dengan standar operasional modern.

Direktur Bandara Riyan Internasional, Insinyur Anis Basoithin, dalam laporannya memaparkan berbagai pekerjaan rehabilitasi yang telah diselesaikan sebelum pembukaan kembali.

Ia menegaskan bahwa seluruh standar keselamatan teknis dan keamanan telah dipenuhi, sehingga bandara dinyatakan siap sepenuhnya untuk melayani kembali penerbangan domestik maupun internasional.

Powered by Blogger.